Tak ingatkah kau
duhai manusia yang dahulu pernah singgah.
Pohon pun jadi saksi
bahwa kita pernah merajut asa.
Dalam keadaan kau dan
aku yang mulai melemah.
Terguyur tetes luka
dari yang maha kuasa.
Aku dan kau seakan
hidup penuh kekuatan.
Saling berkeyakinan
semua pasti ada jalan.
Yang terpenting kita
tetap dalam ikatan.
Aku pun memelukmu
dengan tubuh
gemetaran.
Kenangan itu takkan
pernah pergi.
Walau kau kini tak
lagi disini.
Walau kau kini tak
lagi menanti.
Walau kau kini sudah
tak lagi perduli.
Mungkin kurang
karungku mengarungi hati indahmu.
Mungkin bahuku tak
nyaman lagi untuk pipi indahmu.
Mungkin pelukku tak
kuat lagi tahan sedihmu.
Mungkin khayalku tak
bisa lagi datangkan senyummu.
Cinta bagai hujan
Yang turun dengan
harapan
Cinta bagai genangan
Yang mengotori
jalanan.
Tangerang Selatan ,26
November 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar